Filosofi Teras
The book aims to provide a practical mental toolset for navigating modern anxieties, particularly for Millennial and Gen-Z readers who face pressures from social media and fast-paced environments. ResearchGate Core Concepts
Untuk mencapai hidup yang bermakna (Eudaimonia), seorang praktisi Filosofi Teras harus memegang teguh empat nilai moral: Filosofi Teras
Kritikus mengatakan Stoa bisa membuat orang cuek terhadap masalah sosial besar (kemiskinan, korupsi). Namun, penjawabnya adalah: Seorang Stoa yang baik justru berbuat baik karena "Keadilan" adalah kebajikan utama. Hanya saja, jika hasilnya gagal, ia tidak patah hati. The book aims to provide a practical mental
Jika terlalu fokus pada "tidak mengontrol dunia luar", seseorang bisa menjadi fatalis (pasrah). Stoa menjawab: Bukan pasrah, tetapi fokus . Seorang tentara Stoa tidak pasrah saat musuh menyerang; dia berperang dengan gagah berani, tetapi jika mati syahid, dia menerimanya sebagai hal di luar kendali. Hanya saja, jika hasilnya gagal, ia tidak patah hati
Inilah yang paling sulit di era scrolling tanpa henti. Penguasaan diri adalah kemampuan untuk mengendalikan hasrat. Anda boleh minum kopi, tetapi jangan sampai kecanduan. Anda boleh bermain Facebook, tetapi jangan sampai lupa sholat atau makan.