Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan... -

Kisah klasik: Saat Asep memutar lagu dari YouTube, tiba-tiba buffering. Lingkaran putih di tengah layar berputar-putar seolah mengejek. Seluruh tongkrongan menatap layar HP itu seperti menonton drama Korea yang menegangkan.

Mengapa kalimat ini bisa lucu? Dalam teori humor, salah satu elemen utama adalah incongruity atau ketidaksesuaian. Pembaca membaca awal kalimat yang terkesan serius atau dramatis ("Gara-gara..."), namun di akhir kalimat, mereka disodorkan dengan premis yang sama sekali tidak masuk akal ("...Despacito digilir..."). Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan...

Alih-alih mencari konten dengan judul sensasional seperti "Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan", pengguna internet disarankan untuk lebih kritis terhadap informasi yang diterima. Banyak kasus kekerasan seksual nyata yang terjadi di lingkungan sekitar yang justru membutuhkan perhatian serius dan penanganan hukum yang tepat, daripada sekadar dijadikan bahan tontonan atau "klik" semata. Kisah klasik: Saat Asep memutar lagu dari YouTube,

Menariknya, di tongkrongan kita dulu, memutar lagu tidak bisa sembarangan. Ada etika yang melanggar hukum adat bisa berakibat fatal (baca: dijauhi seminggu). Saat Despacito digilir, hukum-hukum ini muncul ke permukaan: Mengapa kalimat ini bisa lucu

The phrase you’re asking about refers to a sensationalized headline that went viral in Indonesia around

, Pak RT yang tadinya tidur siang bangun dan datang ke warung. "Anak muda, saya dengar tadi ada suara 'Mamacita' tiga kali berturut-turut. Ini kampung pendidikan, bukan kampung bule!"