Latar Belakang Kitab Maleakhi ((better)) ◉ 〈FREE〉
Dengan demikian, kita dapat memahami latar belakang kitab Maleakhi dan menghayati pengajaran-pengajarannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Latar belakang berpusat pada kondisi kemunduran rohani dan moral bangsa Israel pascapembuangan di Babel . Sebagai kitab penutup dalam kanon Perjanjian Lama, Maleakhi menjadi suara nabi terakhir sebelum masa 400 tahun "Allah diam" menjelang kedatangan Yohanes Pembaptis. Konteks Sejarah dan Waktu Penulisan latar belakang kitab maleakhi
), kitab ini menjadi suara kenabian terakhir sebelum masa keheningan selama empat ratus tahun hingga munculnya Yohanes Pembaptis. Memahami latar belakang kitab ini memerlukan penelusuran terhadap kondisi sejarah, sosial, dan keagamaan bangsa Israel yang telah kembali dari pembuangan Babel. 1. Konteks Sejarah dan Waktu Penulisan Dengan demikian, kita dapat memahami latar belakang kitab
Latar Belakang Kitab Maleakhi: Seruan Pemurnian di Masa Pascapembuangan Konteks Sejarah dan Waktu Penulisan ), kitab ini
Kitab Maleakhi ditulis pada akhir periode Perjanjian Lama, sekitar tahun 400-350 SM. Pada saat itu, bangsa Israel telah kembali dari pembuangan di Babel dan telah membangun kembali kota Yerusalem dan Bait Suci. Namun, kehidupan spiritual dan sosial bangsa Israel masih sangat lemah. Mereka telah kembali kepada praktik-praktik keagamaan yang formal dan kosong, tanpa memperhatikan keadilan, kasih, dan kesucian.
Ini mungkin inti dari krisis rohani masa itu. Karena mereka melihat orang fasik justru makmur dan tidak dihukum, sementara orang yang saleh (menurut ukuran mereka) menderita, mereka mulai meragukan keadilan Tuhan. Mereka berkata, "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikian Ia berkenan" (Mal. 2:17). Bahkan mereka menyebut, "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah" (Mal. 3:14).